Kamis, 01 Oktober 2020

Puisi : Aku Selalu Mengasihimu

 

Kisah Hidup

 

 Tak peduli katamu

Tak peduli lemparanmu

Kuberusaha lupa segalanya

 

Ya.. aku lupa saat aku terkejut karena teriakanmu

Saat aku bingung dengan pertanyaanmu

Saat aku lupa dan tak bisa berkata-kata lagi

 

Kujawab, kau malah tak terima

Kujawab, kau malah tak percaya

Kujawab, kau malah menutup telinga

 

Ya... aku ingat beberapa hal dan itu adalah khilafku

Itu adalah kelalaianku

Itu adalah kecerobohanku

Segalanya kulakukan karena aku tak sempurna

Dan tak luput berbuat salah

 

Aku berusaha tegar saat kakiku mulai goyah

Aku berusaha kuat saat hatiku terasa sakit

Aku bahkan berusaha geleng kepala sambil tersenyum

Saat inginnya diriku menjawabnya, tapi kurasa itu sia-sia

Kini, aku banyak lupa semua tentang ..

Sakit yang pernah kurasa

Pedih yang pernah terluka

 

Aku hanya ingat kebaikanmu

Kamu baik bahkan sangat baik

Dan aku mengasihimu, tetap mengasihimu

Karena Yesusku penuh kasih.

 

Tuhan lebih dulu mengasihiku

Dan akupun akan berusaha mengasihimu

Sampai di saat nanti usia ini berakhir,

Kebaikanmu tak terlupakan olehku

Terimakasih atas semuanya.

 

“Memoar, 17 Mei 2017”

 

By_yeniberkatlase

 ðŸ˜‡

Refleksi Matius 10 : 16b

 

MATIUS 10:16b

Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

 

1.      1. Menjadi bijaksana, menyesuaikan diri

Dunia di mana kita berada memberi banyak komentar atas diri kita. Sehingga tak jarang kita mengalami keadaan begini salah begitu salah. Apa yang diharapkan Tuhan yaitu agar kita bijaksana seperti Salomo, seperti Yesus yang memberikan jawaban yang tepat kepada orang Farisi saat itu – siapa yang tidak berdosa hendaklah ia yang pertama melempari perempuan ini dengan batu.

2.     2.  Kesiapan mental

Manusia harus siap mental sejak awal. Cukup banyak tawaran dunia ini yang acapkali membuat kita terpengaruh, terperangkap seperti istri Lot yang cinta akan hartanya, ia tidak siap menerima kepergiannya & meninggalkan Sodom dan Gomora yang penuh kemewahan. Ia berbalik dan akhirnya menjadi tiang garam bukan menjadi garam dunia. Sungguh menyedihkan.

3.      3. Tidak mudah tertipu, sehingga tidak mudah tersandung.

4.      4. Jangan cepat berkomentar, sebaiknya berpikir dulu sebelum bertindak.

Lidah memang tak bertulang. Untuk itu lidah ini kita gunakan untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, tidak menyinggung sesama, dan berkata dengan penuh ketulusan, orang lain terberkati dan kata-katanya pas di hati, tidak mengundang emosi orang lain.

 

Allah menyediakan samudera dan juga gelombang. Allah tidak menciptakan kita di dunia ini untuk maksud yang tidak jelas. Allah menunjuk kita menjadi orang yang berguna bagi orang lain walaupun terkadang ada gelombang menghadang.

Adakah kita dapat berselancar tanpa gelombang?

Adakah layang-layang dapat naik ke atas langit biru tanpa angin kencang?

Tuhan menyediakan itu sebagai batu loncatan kita. Semua sangat indah. Dan itu menuntun kita untuk maju. Jangan mudah putus asa, maju dan maju terus. Mohonkan tuntunan Tuhan senantiasa. Karena tanpa Tuhan, semua rencana tidak akan berhasil.

 

Jadi, kita harus berbuat sesuat hal yang tidak membuat orang lain sengsara. Cita cita kita tercapai, orang lain pun sejahtera. Yang terpenting adalah : Orang bijaksana mempersiapkan diri sebelum hari itu tiba. AMIN

 

dari khotbah : 16 November 2014

By_yeniberkatlase